RSS

ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI)

ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI)

  1. SEJARAH ARTIFICIAL INTELLIGENT

Artificial Intelligence (AI) atau yang biasa disebut kecerdasan buatan ini diartikan secara luas sebagai cabang dari ilmu komputer yang berhubungan dengan pengembangan komputer (perangkat keras) dan program-program komputer (perangkat lunak) yang mampu meniru fungsi kognisi manusia. Seperti yang kita lihat bentuk tertua komputer, yaitu kalkulator, yang pada dasarnya adalah alat hitung. Bentuk awalnya adalah “abacus” yang digunakan China pada awal abad ke-6 sebelum masehi. Orang mesir menemukan mesin hitung menggunakan kelereng. Pascal membuat mesin yang hanya mampu menambah dan mengurangi, hingga pada akhirnya Gottfried Leibniz, mengenalkan mesin yang bisa mengalikan dan membagi. Sebuah mesin yang sangat membantu manusia dalam perhitungan matematika. Begitu juga dengan komputer, yang ditemukan ketika Charles Babbage yang sering disebut ilmuan komputer pertama di dunia menemukan mesin yang berbeda, yang memiliki operasi terprogram berisi cabang-cabang terkondisi, dan ketika komputer tabung vakum seperti Komputer Universal Otomatis (UNIVAC) serta Komputer dan Integrator Angka Elektronik (ENIAC) ditemukan untuk mempercepat perhitungan matematika yang panjang dan membantu pihak militer untuk menyusuri jejak. Mesin hitung ini yang awal mulanya memiliki berat 30 ton dan bertenaga 174 kilo watt, kini mesin tersebut memberi jalan pada sistem yang lebih kecil, lebih kuat dan lebih kompleks, yang akhirnya saat ini digantikan oleh komputer yang umumnya kita gunakan saat ini. AI saat ini telah berkembang begitu pesat, AI dalam beraneka bentuknya, yang dahulu komputer diciptakan manusia untuk membantu aktifitas manusia begitu besar dan beratnya, sekarang telah dihadirkan komputer yang begitu simpel yang akrab dengan manusia yang juga telah menyentuh dan membantu kehidupan sehari-hari kebanyakan manusia di dunia.

 

  1. AI DAN KOGNISI MANUSIA (Mesin Berpikir)

AI dan psikologi kognitif memiliki semacam hubungan simbiosis, masing-masing bagian mendapat keuntungan dari peningkatan bagian lainnya. Peningkatan pada cara-cara untuk meniru secara persis persepsi manusia, ingatan, bahasa, dan pikiran. Artificial intelligence adalah sesuatu buatan yang hampir mirip dengan otak manusia. Cerdas maksudnya adalah kepandaian atau ketajaman dalam berpikir, seperti halnya otak manusia dalam menyelesaikan suatu masalah. Kecerdasan buatan diterjemahkan sebagai sebuah sistem saraf, atau sensor atau otak yang diciptakan oleh sebuah mesin yang hampir mirip dengan otak manusia. Sebenarnya kecerdasan buatan merujuk kepada mesin yang mampu untuk berpikir seperti manusia, menimbang tindakan yang akan diambil, dan mampu mengambil keputusan seperti yang dilakukan oleh manusia. Beberapa program komputer bekerja lebih efektif daripada pikiran manusia, dan kebanyakan sangat pintar menirukan hal-hal nyata meski masih sedikit janggal. Komputer mampu memecahkan beberapa masalah, seperti sebuah soal matematika yang mendetail, lebih cepat dan lebih akurat daripada pikiran manusia. Namun, beberapa tugas lain seperti menggeneralisasi dan mempelajari pola aktifitas yang baru, dilakukan paling baik oleh manusia, dan komputer masih kalah baik.

 

  1. AI DAN SISTEM PAKAR (ELIZA, Parry, dan Net Talk)

ELIZA merupakan salah satu program komputer pertama yang mampu berkomunikasi, ditulis oleh Joseph Weizenbaum (1966). Pada salah satu program yang spesifik, bernama DOCTOR, ELIZA mengambil peran seperti seorang psikiater, yang dilakukan adalah seperti wawancara antara seorang psikiater dengan pasiennya. Respons dari komputer cenderung stereotipe, komputer akan menjawab dengan ciri-ciri dari jawaban dari pasiennya. Manusia memiliki pengetahuan perasaan, kecenderungan, dinamika kelompok untuk menangani beberapa kasus seperti yang dilakukan psikiater atau psikolog, sedangkan ELIZA kekurangan hal itu.

PARRY merupakan simulasi berbicara antara seorang psikiater dengan pasien paranoid. Mereka memilih seorang paranoia sebagai subjek karena beberapa teori menyebutkan bahwa proses dan sistem paranoia memamg ada, dan menggunakan penilaian dari seorang ahli untuk mengecek keakuratan dari kemampuan pemisahan antara respon simulasi komputer dan respon manusia. Program ini berhasil memprogram komputer yang mampu merespons serupa dengan respons seorang pasien paranoid, namun program ini masih jauh dari konsep pemahaman dalam penanganan kasus dan juga kurang lengkapnya produksi bahasa.

NETtalk merupakan jenis program yang cukup berbeda, program ini berdasarkan pada jaring-jaring neuron, sehingga dinamakan NETtalk. Program ini dikembangkan oleh Sejnowski di sekolah medis Harvard dan Rosenberg di Universitas Princeton. Dalam program ini, NETtalk membaca tulisan dan mengucapkannya keras-keras. Model simulasi jaring neuron terdiri atas berapa ratus unit dan ribuan koneksi. NETtalk membaca dengan memperhatikan setiap tulisan satu demi satu, dan dengan menscanning tiga tulisan pada setiap sisi demi sebuah informasi yang kontekstual. Setiap NETtalk membaca sebuah kata, program ini membandingkan pelafalannya dengan lafal yang benar yang disediakan manusia, kemudian menyesuaikan kekuatannya untuk memperbaiki setiap kesalahan.

 

  1. PENGGUNAAN AI SEBAGAI EXPERT SYSTEM YANG DAPAT DIGUNAKAN UNTUK MENDUKUNG SYSTEM PENGAMBILAN KEPUTUSAN (DIAGNOSA).

Expert system yaitu komputer sebagai sarana untuk menyimpan pengetahuan para pakar sehingga komputer memiliki keahlian menyelesaikan permasalahan dengan meniru keahlian yang dimiliki pakar. Konstribusi AI pada bidang psikologi sudah sangat berperan, dimana beberapa program dalam psikologi sudah dibantu dengan komputer. Seperti halnya perhitungan analisis data statistik yang menggunakan program SPSS, kita sudah tidak perlu lagi membuang tenaga untuk menghitung data secara manual, dengan bantuan komputer dengan menggunakan program SPSS dengan cara meng- klik saja hasil sudah bisa keluar dengan mudah, di lain hal seperti pada tes psikologi yang sudah banyak bisa di akses di media komputer dan internet, seperti halnya Aptitude Test, Tes Intelegensi, dsb yang kita hanya menjawab beberapa pertanyaan yang muncul dalam komputer dan hasil sudah bisa dilihat saat itu juga. Walaupun pada proses nya kecerdasan buatan ini memiliki kelebihan dan kekurangan nya sendiri dibanding dengan otak manusia. Dalam hal ini terlihat bahwa komputer menyimpan pengetahuan sehingga memiliki keahlian untuk menyelesaikan permasalahan dengan meniru keahlian yang dimiliki oleh orang yang expert di bidang nya.

 

Sumber :

Solso, R., Maclin, O., & Maclin, M.(2008). Psikologi Kognitif (8th ed.). Jakarta : Erlangga

http://www.psychologymania.com/2011/10/artificial-intelligence-kecerdasan.html

 

 
Leave a comment

Posted by on February 11, 2014 in Tugas

 

ARSITEKTUR KOMPUTER DAN STRUKTUR KOGNISI MANUSIA

ARSITEKTUR KOMPUTER DAN STRUKTUR KOGNISI MANUSIA

ARSITEKTUR KOMPUTER

Arsitektur komputer merupakan ilmu dan sekaligus seni mengenai cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan target biayanya. Dalam teknik komputer, arsitektur komputer merupakan konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Dalam hal ini, implementasi perencanaan dari masing–masing bagian akan lebih difokuskan terutama, mengenai bagaimana CPU akan bekerja. Dengan kata lain arsitektur komputer adalah ilmu yang mempelajari tentang struktur dan fungsi dari CPU, sebagaimana mempelajari tentang bagaimana CPU melakukan pekerjaannya, mempelajari tentang bagaimana CPU berhubungan dengan peralatan yang lain dalam menjalankan tugasnya, serta mempelajari cara mengatur kerja masing-masing komponen sehingga dapat berfungsi dengan baik.

STRUKTUR KOGNISI MANUSIA

Secara terpisah, struktur merupakan sesuatu yang dibangun atau yang disusun dengan pola tertentu. Sedangkan kognisi adalah suatu kemampuan berpikir (pengetahuan, kesadaran, kontrol, dll) dimana yang menjadi objek nya adalah diri manusia itu sendiri.

Ada beberapa aspek yang mempengaruhi struktur kognitif, antara lain yaitu:

  1. Berdasarkan kedewasaan dan perkembangan individu
  2. Sifat belajar yang lebih bermakna dari pengalaman yang terintegrasi
  3. Ketepatan dalam mentransformasi informasi stimulus dan pengalaman melalui fungsi kognisinya.

Pandangan kognitif dalam bidang informasi dianggap berbeda dengan pandangan kognitif dalam kerja otak manusia. Disini pandangan kognitif menekankan pada pemrosesan informasi yang di dapat dalam kerja otak dan kesadaran manusia. Struktur kognisi manusia merupakan bagian atau komponen yang terstruktur dalam otak manusia yang memberi pengetahuan berdasarkan sistem, skema, adaptasi, asimilasi dan akomodasi yang membentuk suatu kematangan dan pengalaman otak dalam menjalankan kehidupan sosial bagi seorang manusia. Sedangkan arsitektur komputer merupakan konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Kedua nya disini sama- sama membahas suatu struktur pengoperasian dasar, namun beda nya struktur kognisi diproses di dalam otak.

Contoh Kasus :

Rekruitment guru pada sebuah sekolahan untuk melihat kemampuan guru dalam pengajaran di kelas maupun dalam tugas administrasi guru.

Analisis Kasus :

Dalam proses penerimaannya, rekruitment guru dilakukan sesuai dengan tahap-rahap kebutuhan dari lembaga atau sekolah tersebut, seperti : pemeriksaan kemampuan kognitif nya dalam bidang pengajaran dengan proses wawancara maupun praktek, penempatan sesuai dengan kemampuan pengajaran atau bidang studi yang dikuasai nya, selanjutnya masa magang dilakukan untuk melihat kesesuaian hasil rekruitment. Disini kedua nya juga saling terkait, bila arsitektur komputer informasi di proses di CPU, sistem kognisi manusia di proses di otak, sedangkan proses rekruitment di proses oleh atasan, dan juga dapat berhubungan dengan guru atau bagian administrasi untuk bekerja sama dalam proses rekruitment tersebut. Seperti hal nya CPU yang berhubungan dengan perangkat lain dalam menjalankan tugasnya.

 

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN ARSITEKTUR KOMPUTER DAN STRUKTUR KOGNISI MANUSIA

1. Kelebihan dan kekurangan Arsitektur Komputer

Kelebihan :

  • Memiliki processor yang berjumlah lebih dari satu.
  • Bisa digunakan oleh banyak pengguna (multi user).
  • Dapat membuka beberapa aplikasi dalam waktu bersamaan.
  • Menggunakan teknologi time sharring.
  • Kecepatan kerja processornya hingga 1GOPS (Giga Operations Per Second).

Kekurangan :

  • Karena ukurannya yang besar, maka diperlukan ruangan yang besar untuk menyimpannya.
  • Harganya sangat mahal.
  • Interface dengan pengguna masih menggunakan teks.
  • Kerjanya sangat lama.
  • Membutuhkan daya listrik yang sangat besar.

2. Kelebihan dan kekurangan dari struktur kognisi yaitu :

Kelebihan :

  • Struktur kognisi lebih sistematis sehingga memiliki arah dan tujuan yang jelas.
  • Banyak memberi motivasi agar terjadi proses belajar.
  • Mengoptimalisasikan kerja otak secara maksimal.

Kekurangan :

  •   Membutuhkan waktu yang cukup lama

 

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur_komputer

http://annesdecha.blogspot.com/2012/03/analisa-struktur-kognisi-manusia-dan.html

http://lecturer.eepis-its.edu/~setia/Modul/ArKom/Pertemuan%2001.pdf

 
Leave a comment

Posted by on October 9, 2013 in Tugas

 

SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI

SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI

Pengertian Informasi

  • Informasi merupakan data yang telah diberi makna melalui konteks. Data itu sendiri terdiri dari fakta-fakta dan angka-angka yang secara relatif tidak berarti bagi pemakai. Oleh sebab itu informasi dikatakan sebagai data yang sudah diproses, data yang sudah memiliki makna, dan data yang ditempatkan pada suatu konteks. Informasi yang baik itu harus relevan, tepat waktu, akurat, mengurangi ketidakpastian, dan mengandung elemen yang baru.
  • Sedangkan sistem adalah kumpulan elemen-elemen yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu. Elemen-elemen tersebut terdiri dari input, proses, dan output. Ketiga nya berinteraksi membentuk mekanisme kontrol untuk mencapai sebuah tujuan.

Oleh sebab itu informasi dapat berkaitan dengan sistem, karena informasi biasanya dikatakan sebagai input untuk sebuah sistem.

Pengertian Sistem Informasi Psikologi

Sistem informasi tidak selamanya melibatkan komputer, sistem informasi yang biasanya memegang komputer sebagai peran penting biasa disebut CBIS (computer based information system). Namun, dalam prakteknya sistem informasi selalu dikaitkan dengan komputer. Sistem informasi sendiri merupakan sistem terbuka yang menghasilkan informasi dengan menggunakan siklus : Input – Proses – Output.

Sedangkan psikologi merupakan kata yang bersumber dari bahasa Yunani, yaitu : Psyche yang berarti jiwa, dan Logos yang berarti ilmu. Sehingga psikologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang kejiwaan atau gejala-gejala tentang kejiwaan (perilaku).

Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi psikologi yaitu suatu sistem yang berfungsi mengumpulkan, memproses, menganalisis, dan menyebarkan informasi yang berkaitan dengan perilaku manusia untuk mencapai tujuan tertentu.

Contoh Kasus :

Aptitude Test di desain untuk mengindikasikan kecocokan seseorang dalam mengerjakan tugas-tugas tertentu (potensi), yang menggunakan komputer dalam pengerjaannya. Peserta tes mengerjakan beberapa soal dengan waktu yang ditentukan, komputer akan memproses hasil jawaban tersebut hingga akhirnya keluar hasil yang sesuai dengan potensi yang dimiliknya tersebut. Sama hal nya dengan Pauli Test, yang cara men-skoring dengan menggunakan komputer. Data hasil test dimasukan ke dalam komputer sesuai dengan langkah-langkah yang ada, kemudian komputer akan memproses data-data tersebut hingga keluar hasil dari pemrosesan data tersebut yaitu berupa grafik, dll.

Analisis :

Dari contoh diatas, saat ini media komputer sangat membantu memudahkan pekerjaan manusia. Dimana beberapa tes psikologi dapat diakses melalui komputer. Hal ini sangat membantu manusia dalam hal penginputan data, pemrosesan data, hingga mendapatkan output data yaitu hasil test atau hasil skoring dari dua jenis contoh test diatas.

Pada kesimpulannya, sebuah sistem akan mengubah suatu data menjadi suatu informasi yang akan diterima oleh masyarakat, yaitu : Input – Process – Output. Data-data tersebut akan dimasukan dan diproses oleh komputer hingga mengeluarkan hasil atau output berupa informasi yang bermanfaat.

 

Sumber :

http://bima.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/3331/SISTEM+INFORMASI.ppt

http://id.wikipedia.org/wiki/Informasi

http://sitinurmala-mala.blogspot.com/2011/02/sistem-informasi-psikologi.html

 
Leave a comment

Posted by on October 8, 2013 in Tugas

 

Tugas Softskill I : PSIKOTERAPI

I. PENGERTIAN PSIKOTERAPI

Jauh sebelum ditemukan cara pengobatan untuk menyembuhkan orang sakit, sudah disadari adanya pengaruh yang bisa diberikan untuk mempengaruhi suatu penyakit, dengan menanamkan atau meningkatkan perasaan sehat. Bentuk penyembuhan seperti ini kemudian dikenal dengan psikoterapi. Arti psikoterapi dilihat secara etimologis yakni “psyche” dan “therapy” yang artinya perawatan terhadap aspek kejiwaan seseorang. Dalam Oxford English Dictionary, kata Psychotherapy tidak tercantum, tetapi ada perkataan Psychotherapeutic yang artinya perawatan terhadap sesuatu penyakit dengan mempergunakan teknik psikologis untuk melakukan intervensi psikis terhadap pasien yang mengalami gangguan psikis atau hambatan kepribadian.

Sedangkan menurut Lewis Wolberg didalam bukunya yang berjudul The Technique Of Psychotherapy, psikoterapi adalah perawatan, secara psikologis, untuk masalah yang bersifat emosional dimana seseorang yang terlatuh sengaja menetapkan hubungan professional dengan pasien dengan tujuan untuk (1) menghilangkan, mengubah atau mengurangi symptom, (2) menjadi perantara pola perikalu yang terganggu, (3) menumbuhkan dan mengembangkan kepribadian positif.

II. TUJUAN PSIKOTERAPI

Tujuan dari psikoterapi itu sendiri dengan pendekatan psikodinamik menurut Ivey, et al (1987) adalah membuat sesuatu yang tidak sadar menjadi sesuatu yang disadari. Sedangkan dengan pendekatan psikoanalisis menurut Corey yaitu sebagai membuat sesuatu yang tidak sadar menjadi sesuatu yang disadari. Membantu klien dalam menghidupkan kembali pengalaman-pengalaman yang sudah lewat dan bekerja melalui konflik-konflik yang ditekan melalui pemahaman intelektual.

III. UNSUR PSIKOTERAPI

Ada 8 parameter pengaruh dasar menurut Masserman yang mencakup unsur-unsur lazim pada semua jenis psikoterapi, yaitu :

a.      Peran sosial

b.      Hubungan (Persekutuan terapeutik)

c.      Hak

d.      Retrospeksi

e.      Reduksi

f.       Rehabilitisi, memperbaiki gangguan perilaku berat

g.      Resosialisasi

h.      Rekapitulasi

IV. PERBEDAAAN ANTARA PSIKOTERAPI DENGAN KONSELING

  • Psikoterapi mengandung argi ganda. Pada satu segi, ia menunjuk pada satu bentuk terapi psikologis. Tetapi pada segi lain, ia menunjuk pada sekelompok terapi psikologis, yaitu suatu rentangan wawasan luas tempat hipnotis pada satu titik dan konseling pada titik lainnya.
  • Konseling lebih berfokus pada konseren, ikhwal, masalah pengembangan-pendidikan-pencegahan. Sedangkan psikoterapi lebih berfokus pada masalah penyembuhan-penyesuaian-pengobatan.
  • Konseling dijalankan atas dasar pandangan terhadap manusia, sedangkan psikoterapi dijalankan berdasarkan ilmu atau teori kepribadian dan psikopatologi.
  • Menurut Hahh dan MacLean (dalam Gunarsa), mengemukakan tujuan mengenai psikologi konseling yakni menitikberatkan pada upaya pencegahan agar penyimpanan yang merusak dirinya tidak timbul. Sedangkan psikoterapi terlebih dahulu menangani penyimpangan yang merusak dan baru kemudian menangani usaha pencegahannya.
  • Mereka juga mengemukakan bahwa konseling berhubungan dengan rencana jangka panjang yang bersangkut-paut dengan pendidikan dan pekerjaan atau jabatan seseorang serta pencegahan terhadap munculnya gangguan dalam bidang kesejahteraan mental sedangkan psikoterapi singkatnya berhubungan dengan tujuan penyembuhan.
  • Menurut Mowrer (dalam Gunarsa), konseling berhubungan dengan usaha mengatasi klien yang mengalami gangguan kecemasan biasa sedangkan psikoterapi berusaha menyembuhkan klien atau pasien yang menderita neurosis-kecemasan.
  • Tyler (dalam Gunarsa), mengemukakan bahwa konseling berhubungan dengan proses bantuan terhadap klien agar menumbuhkan rasa identitas sedangkan psikoterapi berusaha melakukan perubahan pada struktur dasar perkembangannya.
  • Menurut McLeod, perbedaan signifikan antara konseling dan psikoterapi adalah sebagian besar konseling dilaksanakan oleh pekerja sukarela nonprofesional, sedangkan psikoterapi adalah sebuah profesi profesional yang eksklusif.

V. PENDEKATAN PSIKOTERAPI TERHADAP ILLNESS

a.      Pendekatan psikoanalitik

b.      Behavior therapy

c.      Cognitive therapy

d.      Humantistik therapy

e.      Integrative/holistic therapy

VI. BENTUK UTAMA PSIKOTERAPI

  • Teknik Terapi Psikoanalisa : teknik ini menekankan fungsi pemecahan masalah dari ego yang berlawanan dengan impuls seksual dan agresif dari id
  • Teknik Terapi Perilaku : teknik ini menggunakan prinsip belajar untuk memodifikasi perilaku individu
  • Teknik Terapi Kognitif Perilaku: teknik ini memodifikasi perilaku individu dan mengubah keyakinan maladaptif
  • Teknik Terapi Humanistik: teknik dengan pendekatan fenomenologi kepribadian yang membantu individu menyadari diri sesungguhnya dan memecahkan masalah mereka dengan intervensi terapis yang minimal
  • Teknik Terapi Elektrik atau Integratif : Terapis mengkhususkan diri dalam masalah spesifik
  • Teknik Terapi Kelompok dan Keluarga : teknik yang memberikan kesempatan bagi individu untuk menggali sikap dan perilakunya dalam interaksi dengan orang lain yang memiliki masalah serupa.

Sumber :

Gunarsa, Singgih. 2007. Konseling dan Terapi. PT BPK Gunung Mulia: Jakarta

Corsini, Raymond. Wedding, Dany. 2010. Current Psychotherapies. Cengage Learning: California

McLeod, John. 2006. Pengantar Konseling : Teori dan Studi Kasus. Kencana Media : Jakarta

 
Leave a comment

Posted by on March 17, 2013 in Tugas

 

SEBUAH MOTIVASI HIDUP

 

Melihat beberapa film yang cukup pendek namun mengesankan, film yang sangat memotivasi orang untuk merubah hidup mereka sendiri, film yang dapat kita ambil beberapa pesan di dalamnya. Amazing!!! Memang film-film pendek yang sungguh mengagumkan 🙂

Disini saya memetik beberapa pesan dari beberapa film tersebut. Film yang menceritakan tentang beberapa anak sekolahan yang mengatai teman mereka sendiri. Mungkin bagi mereka itu hanya sekedar kata-kata, namun pengaruh nya buat perkembangan psikis seorang anak itu besar sekali. Allah menciptakan manusia dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing, kita gak sepatutnya menghina kekurangan orang lain karena kita pun pasti ada kekurangan. “Mulut mu Harimau mu”, maka jagalah cara berbicara karena omongan kita adalah doa 🙂

Dan dari film selanjutnya yang menceritakan ada kecelakaan mobil yang di dalam nya ada 4 orang, yang 3 meninggal yang 1 berhasil selamat dari maut karena sebelum berangkan orang tersebut shalat terlebih dahulu. Subhanallah 🙂 . itu sebuah teguran kepada yang masih hidup di bumi agar selalu ingat kepada Sang Pencipta, karena Ia tidak memandang siapa yang akan Ia ambil, oleh sebab itu berusahalah shalat/beribadah tepat waktu agar ketika suatu saat Allah akan memanggil kita pun sudah siap J

Dan dari film terakhir yang akan saya bahas disini adalah kisah tentang sebuah perjuangan orang tua. Perjuangan orang tua yang tidak mengharap balas budi dari sang anak ketika besar, ia hanya berharap sang anak bisa memberikan kasih sayang yang tulus sama seperti merawat anaknya ketika masih kecil dulu,  orang tua selalu bekerja keras tidak peduli seberapa lelah nya mereka hanya karena ingin membahagiakan anaknya ketika meminta sesuatu. Kita gak pernah peduli seberapa susahnya, seberapa berat nya, dan seberapa perih nya ketika orang tua merawat kita dari kecil hingga sekarang.

Oleh sebab itu, kita harus selalu bersyukur atas apa yang sudah kita dapatkan. Terus berdoa, berusaha dan tetap ingat kepada Sang Pencipta dan juga sayangi orang tua kalian 🙂 jadikan pesan-pesan dalam beberapa film diatas menjadi sebuah motivasi hidup 😀

 
Leave a comment

Posted by on June 14, 2012 in Tugas

 

Tags:

PEKERJAAN DAN WAKTU LUANG

Disini saya akan membahas bagaimana cara mengubah sikap terhadap pekerjaan, proses dalam memilih pekerjaan yang cocok dan fungsi psikologis dalam pekerjaan.

MENGUBAH SIKAP TERHADAP PEKERJAAN

Pekerjaan dinilai sebagai kegiatan manusia yang diarahkan untuk kemajuan manusia, baik kemajuan rohani maupun jasmani. Pekerjaan memerlukan pemikiran yang sadar sehingga bisa dengan bebas dapat mengarahkan kegiatannya kepada suatu tujuan tertentu. Dan tujuan yang dicari dalam pekerjaan yaitu menjadikan pekerja menjadi “baik”,, baik disini maksudnya adalah menjadikan pekerja lebih terpenuhi kebutuhan hidupnya an keluarganya, dan mereka menghindari aktifitas mereka yang menjadikan mereka “buruk”. Dan disini atasan  pun berperan penting dalam mengubah sikap karyawan mereka agar dapat bekerja lebih keras dan mencapai kinerja pekerjaan yang lebih tinggi. Karyawan diusahakan supaya menyukai pekerjaan yang ia dapatkan agar dapat menghasilkan kinerja yang baik. Manajer dalam mengubah sikap karyawan juga harus memiliki kemampuan yang tepat, misalnya diberi bonus jika bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Diberikan reward dan punishment kepada karyawan tersebut, sehingga memunculkan sikap take and give.

PROSES DALAM MEMILIH PEKERJAAN

Proses perkembangan dalam pemilihan pekerjaan bagi individu dijelaskan oleh Donald Super. Perkembangan pemilihan karier pekerjaan dibagi menjadi lima tahap, yaitu :

  • Cristalization

Individu berusaha mencari berbagai bekal ilmu pengetahuan dan keterampilan melalui pendidikan formal dan nonformal untuk persiapan masa depan hidupnya.

  • Spesification

Individu akan meneruskan pendidikannya pada jenjang khusus yang sesuai dengan minat-bakatnya. Masa spesifikasi ini lebih mengarah pada jalur pendidikan yang menjurus pada taraf professional atau keahlian.

  • Implementation

Individu mulai menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh pada masa sebelumnya, secara nyata dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan bidang keahlian atau profesi nya. Misalnya setelah ia lulus dalam pendidikan psikologi nya ia berprofesi sebagai seorang psikolog.

  • Stabilization

Individu menekuni bidang profesinya sampai benar-benar ahli di bidangnya sehingga individu dapat mencapai prestasi puncak. Taraf ini ditandai dengan prestasi individu menduduki posisi penting, misalnya direktur perusahaan,dsb.

  • Consolidation

Setelah mencapai puncak karier, individu mulai memikirkan kembali sesuatu yang telah dilakukan selama ini baik yang berhasil maupun yang gagal.

MEMEILIH PEKERJAAN YANG COCOK

Dalam memilih pekerjaan yang cocok dibutuhkan tes psikotes agar calon pekerja tidak salah dalam mengambil pekerjaan. Tes psikotes disini juga akan menguntungkan kedua belah pihak, seleksi yang kurang tepat akan menyebabkan kerugian besar baik karyawan maupun perusahaan yang bersangkutan.

Dari sisi pegawai, jika kita terseleksi dalam pekerjaan yang kurang cocok dengan potensi psikologis yang kita miliki, akan timbul ketidaknyamanan dalam bekerja, kurang termotivasi, bahkan dapat enimbulkan stress kerja, yang pada akhirnya membuat kita keluar dari pekerjaan tersebut. Oleh sebab itu kita membutuhkan psikotes untuk melihat sejauh mana potensi psikologis kita agar tidak salah memilih pekerjaan.

Sedangkan dari sisi perusahaan, menemukan orang yang tepat merupakan upaya yang sangat sulit yang selalu dihadapi. Dari sisi perusahaan, biaya seleksi dan pelatihan yang dibutuhkan akan sangat mahal, tidak efisien, menurunkan motivasi, serta masih ditambah biaya untuk seleksi dan pelatihan orang yang akan menggantikan karyawan tersebut. Oleh sebab itu dari proses seleksi perusahaan mengadakan tes psikotes untuk melihat potensi psikologis dan kepribadian sang calon karyawan tersebut.

 

Sumber :

Perilaku Dan Manajemen Organisasi. Penerbit : Erlangga. Jakarta

Dariyo, Agus. Psikologi Perkembangan Dewasa Muda.

Oktora, P.S. Pintar Mencari Dan Mendapatkan Pekerjaan. Penerbit : Visimedia

 
1 Comment

Posted by on April 23, 2012 in Tugas

 

Tags:

COKLAT : SI LUMER PENGUBAH MOOD

 

Makanan yang disukai oleh semua kalangan ini ternyata sudah ada sejak 2.000 tahun lalu lho,,tepatnya di Amerika Tengah dan Meksiko. Namun makanan yang satu ini kerap disalahkan karena menyebabkan gigi kerepos dan kegemukan. Tapi, rasanya yang bisa membuat kita lupa akan masalah yang sedang kita hadapi ini emang kudu wajib banget buat dikonsumsi..

Chocolate Milk vs Dark Chocolate

Tau gak sih ternyata sepotong dark Chocolate itu mengandung berlipat-lipat antioksidan dibandingkan dengan sepotong coklat susu. Walupun begitu, sepotong dark chocolate kalori nya lebih sedikit dibanding susu coklat. Coklat susu dengan lemak jenuh dan kalori nya yang tinggi itulah yang lebih mudah menyebabkan kita gemuk karena mengandung susu. Dan karena minim nya kakao padat per ons dan minim pula antioksidannya.

Bener Gak Sih Coklat Meningkatkan Gairah??

Daaann ternyata coklat mengandung sejumlah bahan kimia phenylethylamine (PEA), peningkat mood kadar sedang. Dan ini merupakan bahan kimia yang sama yang di produksi otak saat kita merasa senang atau jatuh cinta. So,, TIDAK BENAR kalo coklat itu meningkatkan gairah.

Apa Bener Coklat Menaikkan Kolesterol??

Seperti banyak pendapat yang kita ketahui coklat itu dapat menaikkan kolesterol darah,,tapi kolesterol yang dihasilnya ternyata bukan kolesterol jahat kok. Asam oleat yang juga terdapat di dalam mentega kokoa merupakan jenis lemak tidak jenuh tunggal, setipe dengan lemak yang ada pada minyak zaitun yang justru malah meningkatkan kolesterol baik.

Bikin Gemuk dan Bikin Gigi Berlubang Gak Sih??

Selama kita masih dalam batas wajar mengonsumsinya itu masih wajar di konsumsi kok. Yang bikin gemuk itu adalah coklat yang mengandung susu. Dan ternyata penelitian yang dilakukan oleh Osaka University, Jepang, kakao mengandung agen antibakteri pelawan gigi berlubang. Kandungan gula yang ditambahkan oleh si pembuat coklatlah yang menyebabkan gigi kita berlubang.

Nutrisi apa aja sih yang ada di Coklat??

Dan ternyata banyak banget zat yang terkandung dalam coklat ini, yaitu : Vitamin dan mineral dalam 1,5 ons batang susu coklat. Kandungan gizi meningkat bila ditambah kacang almond atau kacang tanah :

  • 3 gram protein
  • 15 persen riboflavin
  • 9 persen kalsium
  • 7 persen besi

Dan disini faktanyaaaaa??

  • Perlu empat benih kakao untuk membuat satu ons susu coklat dan 12 benih kakao untuk satu ons dark chocolate. disini keunggulan susu coklat daripada dark chocolate adalah kandungan kalsiumnya.
  • Kandungan antioksidannya mencegah timbulnya penyakit kardiovaskular (pembuluh darah jantung) dan asam stearik meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL)
  • Susu coklat yang berkalori tinggi efektif untuk menggemukan penderita TBC
  • Mengandung lebih dari 300 bahan kimia, termasuk perangsang seperti kafein dan theobromine meski tidak banyak, sehingga tak terlalu berpengaruh pada otak dan sistem syaraf.
  • Mengandung flavonoid seperti juga yang terdapat pada anggur merah, teh, buah, dan sayur-sayuran. Flavonoid bermanfaat untuk kesehatan pembuluh darah jatung, dan mencegah sel-sel tubuh rusak.

So,, selama kita masih dalam batas wajar mengkonsumsinya gak jadi masalah kan buat melahap si lumer yang enak ini..jadi aman kok 😀

Sumber :

FortoMagz

 

 

 
6 Comments

Posted by on April 3, 2012 in Tulisan

 

Tags:

12 TERAPI EFEKTIF UNTUK ANAK AUTISME

Terapi pada dasarnya perlu diberikan untuk membangun kondisi yang lebih baik. Terapi juga harus rutin dilakukan agar apa yang menjadi kekurangan anak dapat dipenuhi secara bertahap. Terapi juga harus diberikan sedini mungkin sebelum anak berusia 5 tahun. Sebab, perkembangan pesat otak anak umumnya terjadi pada usia sebelum 5 tahun, tepatnya puncak pada usia 2-3 tahun. Beberapa terapi yang ditawarkan oleh para ahli adalah :

  • Terapi Biomedik

Terapi biomedik dikembangkan oleh kelompok dokter yang tergabung dalam Defeat Autism Now . Pada terapi ini difokuskan pada pembersihan fungsi-fungsi abnormal pada otak. Dengan terapi ini diharapkan fungsi susunan saraf pusat bisa bekerja lebih baik sehingga gejala autism berkurang atau bahkan menghilang. Obat-obatan juga digunakan untuk penyandang autism, namun harus dengan pengawasan dokter spesialis yang lebih memahami dan mempelajari autism. Terapi biomedik melengkapi terapi lainnya dengan memperbaiki dari dalam (biomedis). Dan juga didukung oleh terapi dari dalam dan luar diri agar mengalami kemajuan yang cukup bagus.

  • Terapi Okupasi

Terapi okupasi berguna untuk melatih otot-otot halus anak. Menurut penelitian, hamper semua kasus anak autistic mempunyai keterlambatan dalam perkembangan motorik halus. Gerak-geriknya sangat kaku dan kasar, mereka kesulitan untuk memegang benda dengan cara yang benar, kesulitan untuk memegang sendok dan menyuapkan makanan ke dalam mulutnya,dsb. Dengan terapi ini anak akan dilatih untuk membuat semua otot dalam tubuhnya berfungsi dengan tepat.

  • Terapi Integrasi Sensoris

Terapi ini berguna meningkatkan kematangan susunan saraf pusat, sehingga lebih mampu untuk memperbaiki struktur dan fungsinya. Aktivitas ini merangsang koneksi sinaptik yang lebih kompleks, dengan demikian bisa meningkatkan kapasitas untuk belajar.

  • Terapi Bermain

Terapi bermain adalah pemanfaatan pola permainan sebagai media yang efektif dari terapis, melalui kebebasan eksplorasi dan ekspresi diri. Pada terapi ini, terapis bermain menggunakan kekuatan terapiutik permainan untuk membantu klien menyelesaikan kesulitan-kesulitan psikososial dan mencapai pertumbuhan, perkembangan yang optimal.

  • Terapi Perilaku

Terapi ini memfokuskan penanganan pada pemberian reinforcement positif setiap kali anak berespons benar sesuai intruksi yang diberikan. Tidak ada punishment dalam terapi ini, akan tetapi bila anak menjawab salah akan mendapatkan reinforcement positif yang ia sukai. Terapi ini digunakan untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan anak pada aturan. Dari terapi ini hasil yang didapatkan signifikan bila mampu diterapkan secara intensif.

  • Terapi Fisik

Beberapa penyandang autism memiliki gangguan perkembangan dalam motorik kasarnya. Kadang tonus ototnya lembek sehingga jalannya kurang kuat. Keseimbangan tubuhnya juga kurang bagus. Fisioterapi dan terapi integrasi sensoris akan sangat banyak menolong untuk menguatkan otot-otot dan memperbaiki keseimbangan tubuh anak.

  • Terapi Wicara

Hampir semua anak dengan asutism mempunyai kesulitan dalam bicara dan berbahasa. Kadang-kadang bicaranya cukup berkembang, namun mereka tidak mampu untuk memakai kemampuan bicaranya untuk berkomunikasi/berinteraksi dengan orang lain.

  • Terapi Musik

Terapi music menurut Canadian Association for Music Therapy (2002) adalah penggunaan music untuk membantu integrasi fisik, psikologis, dan emosi individu, serta untuk treatment penyakit atau ketidakmampuan. Sedangkan menurut American Music Therapy Association (2002) terapi music adalah semacam terapi yang menggunakan music yang bersifat terapiutik guna meningkatkan fungsi perilaku, social, psikologis, komunikasi, fisik, sensorik motorik dan kognitif.

  • Terapi Perkembangan

Terapi ini didasari oleh adanya keadaan bahwa anak dengan autis melewatkan atau kurang sedikit bahkan banyak sekali kemampuan bersosialisasi.yang termasuk terapi perkembangan misalnya Floortime, dilakukan oleh orang tua untuk membantu melakukan interaksi dan kemampuan bicara.

  • Terapi Visual

Individu autistic lebih mudah belajar dengan melihat. Hal inilah yang kemudian dipakai untuk mengembangkan metode belajar berkomunikasi melalui gambar-gambar. Beberapa video games bisa juga dipakai untuk mengembangkan keterampilan komunikasi.

  • Terapi Medikamentosa

Disebut juga terapi obat-obatan. Terapi ini dilakukan dengan pemberian obat-obatan oleh dokter yang berwenang. Para penyandang jangan diberi sembarang obat, tapi obat harus diberikan bila timbul indikasi kuat. Gejala yang sebaiknya dihilangkan dengan obat : hiperaktivitas yang hebat, menyakiti diri sendiri, menyakiti orang lain (agresif), merusak (destruktif), dan gangguan tidur.

  • Terapi Melalui Makanan

Terapi melalui makanan diberikan untuk anak-anak dengan masalah alergi makanan tertentu. Di sisi lain, ada bebrapa makanan yang mengandung zat yang dapat memperberat gejala autis pada anak. Dalam terapi ini diberikan solusi tepat bagi para orang tua untuk menyiasati menu yang cocok dan sesuai bagi putra-putrinya sesuai dengan petunjuk ahli mengenai gizi makanan.

 

Sumber :

Galih A Veskariyanti, Terapi Autis Paling Efektif, Pustaka Anggrek. Yogyakarta

 

 
9 Comments

Posted by on April 1, 2012 in Tulisan

 

Tags:

MENGAPA COWOK MENCARI CEWEK YANG LEBIH MUDA DAN CEWEK MENGINGINKAN COWOK YANG LEBIH TUA??

Sepertinya ini sudah menjadi sesuatu yang klasik yaa baik pertanyaan ataupun jawabannya. Namun disini saya akan sedikit mengulas mengenai pertanyaan tersebut.

Secara umum, cewek memang mengharapkan pasangan yang lebih tua daripada dirinya, begitu pula cowok yang cenderung memilih pasangan yang lebih muda darinya. Nah, mengapa cowok menginginkan pasangan yang lebih muda?? Dan ternyata para cowok juga memiliki pertimbangan-pertimbangan tertentu yang bersifat rasional. Disini ada 5 alasan mengapa cowok lebih memilih pasangan yang lebih muda.

  • Faktor Kedewasaan Diri

Para cowok tahu mereka lebih lambat dewasa dibanding cewek. Cewek bisa tiga sampai lima kali lebih cepat dewasa dibanding cowok, oleh karena itu cowok sengaja memilih cewek yang secara umur lebih muda agar tidak “ketinggalan” dari pasangannya.

  • Ego

Alasan ini mendasari karena cowok ingin menjadi “kepala” dalam hubungannya dengan seorang cewek, apalagi saat membangun keluarga. Karenanya, cowok lebih suka menjadi pihak yang aktif mencari nafkah dan “memberi”, karena itu akan memantapkan ego nya. Untuk itulah mereka sengaja mencari yang lebih muda. Karena kalau nanti pasangannya juga bekerja atau berkarier, setidaknya cowok akan lebih mapan secara financial dibanding pasangannya yang mungkin baru merintis karier.

  • Ingin Dapat Mengayomi

Alasan ketiga adalah karena para cowok ingin dapat mengayomi pasangannya. Mereka ingin merasa yakin bahwa mereka tetap lebih dewasa dan matang dibanding ceweknya, dapat menjadi sandaran yang teguh bila pasangannya merapuh.

  • Keseimbangan

Para cowok berpikir perbedaan yang tak terlalu jauh akan membuat mereka lebih mudah untuk seimbang atau saling menyeimbangkan diri.

  • Komunikasi

Cowok sengaja mencari pasangan yang usianya tak terpaut jauh dari dirinya karena tidak menginginkan halangan dalam komunikasi. Oleh sebab itu mereka cenderung mencari pasangan yang lebih muda agar komunikasi mereka tetap lancar karena mereka hidup dari generasi yang sama.

Itulah lima alasan mengapa cowok lebih memilih pasangan yang lebih muda dari nya.. bagaimana dengan cewek yang lebih memilih pasangan yang lebih tua dari nya??

Ada pula lima alasan mengapa cewek lebih memilih pasangan yang lebih tua :

  • Lebih Matang, Lebih Dewasa, Lebih Sabar

Cewek berpikir cowok yang lebih tua juga lebih matang, lebih dewasa, dan lebih sabar. Itu membuat mereka lebih nyaman dalam menjalin hubungan karena setidaknya mereka berpikir memiliki sosok yang dapat diandalkan dalam hal-hal yang bersifat psikologis.

  • Lebih Stabil, Tidak Plin-Plan, dan Tidak Mudah Berubah Pendirian.

Menjalin hubungan dengan sosok cowok semacam itu tentu membuat cewek merasa aman sekaligus nyaman karena setidaknya terhindar dari kemungkinan keputusan yang bersifat emosional dari sang cowok.

  • Pengalaman

Alasan ini karena cewek berpikir memiliki pasangan yang lebih tua pasti memiliki pengalaman yang cukup dalam menghadapi cewek sehingga sang cewek tidak perlu “mengajari lagi”

  • Kemantapan Finansial

Secara social dan ekonomi, cowok yang berusia matang atau setidaknya lebih tua dari nya memiliki kemantapan financial yang lebih baik dibanding cowok-cowok yang berusia setara dengannya.

  • Figure Seorang Ayah

Alasan terakhir mengapa cewek menginginkan pasangan yang lebih tua karena untuk bisa mendapatkan sosok seorang ayah yang mungkin tidak atau belum pernah didapatkan si cewek.

Faktor – faktor itulah yang mendasari cowok dan cewek dalam memilih pasangannya masing-masing yang biasanya terpaut tiga atau sampai lima tahun lebih muda atau lebih tua dari nya.

Alam memang telah mengaturnya dengan rapi. Bisa terjadi kekacauan jika misalnya masing-masing jenis kelamin ini memiliki keinginan yang sama, baik cowok atau pun cewek menginginkan pasangan yang lebih tua atau yang lebih muda. Yang ada justru membuat mereka jadi sulit untuk bertemu 😀

Sumber :

Hoeda Manis, Mengapa Cewek Cantik Pacaran dengan Cowok Jelek?, Gramedia, Jakarta. 2011

 
18 Comments

Posted by on March 31, 2012 in Tulisan

 

Tags:

KONSEP KESEHATAN MENTAL

Image

Apa sih sehat itu?? Pengertian sehat umumnya dimengerti sebagai hal yang bersifat fisik, seperti bebas dari dari penyakit atau cacat tubuh. Ini dipahami karena fisik lebih mudah diamati karena tampak dari luar sehingga lebih mudah disadari oleh individu daripada hal-hal yang bersifat psikis. Padahal yang dimaksud sehat disini adalah kondisi baik secara badaniah (fisik), emosional, intelektual, social, dan spiritual. Yaitu sehat yang tidak hanya secara fisik, namun juga secara pikiran, interaksi social, komunikasi, dan lain sebagainya.

Lalu bagaimana dengan sehat secara mental?? Sehat secara mental itu sendiri dimaknai dengan tidak ada nya gejala-gejala gangguan seperti yang dialami oleh orang yang sakit. Konsep sehat disini ternyata banyak kerancuan sehingga banyak konsep sehat yang tidak jelas. Namun ada beberapa ciri tingkah laku sehat yang menjadi ciri standar untuk menunjukan sehat tidaknya individu tersebut, yaitu :

1. Bertingkah laku menurut norma-norma social yang diakui

2. Mampu mengelola emosi

3. Mampu mengaktualkan potensi-potensi yang dimiliki

4. Dapat mengikuti kebiasaan-kebiasaan social

5. Dapat mengenali risiko dari setiap perbuatan dan kemampuan tersebut digunakan untuk menuntun tingkah lakunya

6. Mampu menunda keinginan sesaat untuk mencapai tujuan jangka panjang

7. Mampu belajar dari pengalaman

8. Biasanya bergembira

Memahami konsep kesehatan tidak pernah dapat lepas dari pengaruh sejarah dan kemajuan kebudayaan. Sepanjang sejarah makna sehat dan sakit ternyata juga dipengaruhi oleh peradaban. Pada masa-masa awal, penyakit mental dipahami secara salah atau sering diperlakukan dengan kurang baik, ia menghubungkan kekalutan-kekalutan mental dengan gejala-gejala alam, pengaruh buruk orang lain, atau roh-roh jahat. Saya disini akan sedikit membahas mengenai sejarah singkat perkembangan kesehatan mental.

SEJARAH PERKEMBANGAN KESEHATAN MENTAL

Zaman Prasejarah

Pada zaman prasejarah, manusia purba sering mengalami gangguan-gangguan baik mental maupun fisik seperti arthritis, penyakit pernapasan dan usus. Tetapi manusia purba tersebut benar-benar mengatasi penyakit mental. Ia memandang dan merawatnya sama seperti penyakit fisik. Baginya penyakit mental dan fisik disebabkan oleh penyebab yang sama, yakni roh-roh jahat, halilintar atau mantera-mantera musuh. Jadi, untuk penyakit bauk mental maupun fisik digunakan perawatan-perawatan seperti menggosok, menjilat, menghisap, memotong dan membalut. Atau dengan cara lain yang terpikirkan oleh kawan-kawannya, pemimpin-pemimpinnya, atau ia sendiri tetapi masih diperlakukan secara manusiawi.

Peradaban-peradaban Awal

Diantara peradaban Mesopotamia, Mesir, Yahudi,dll penyakit mental mulai menjadi hal umum. Di Mesopotamia, penyakit mental dihubungkan dengan setan-setan dan pengobatan atau perawatannya dilakukan dengan upacara-upacara agama dan magis agar setan keluar dari tubuh si pasien. Di Mesir, ilmu kedokteran agak lebih maju dan sangat rasional dalam beberapa hal, otak digambarkan untuk pertama kalinya dan diketahui juga peranannya dalam proses mental,dan disana juga dikembangkan terapi untuk pasien berupa rekreasi dan pekerjaan,serta diterapkan juga psikoterapi untuk mengobati penyakit mental. Sedangkan di Yahudi, penyakit mental diartikan sebagai suatu hukuman dari Allah dan perawatannya hanya dengan bertaubat kepada-Nya. Namun secara segi kemanusiaan juga diperhatikan pada masa-masa ini, yaitu didirikannya rumah sakit di Yerusalem untuk para pasien penyakit mental.

Abad Pertengahan ( Abad Gelap)

Pada abad pertengahan, banyak kebiasaan baik yang telah dibina dalam ilmu kedokteran sebelumnya tidak diteruskan,dan hal yang lebih buruk seperti takhayul dan ilmu tentang setan malah dihidupkan kembali. Exorcisme pada abad ini digunakan sebagai perawatan orang yang mengalami gangguan mental. Yaitu dengan menggunakan mantra- mantra dan jimat-jimat.

Zaman Renaisans

Pada zaman ini mungkin digambarkan sebagai “terang dalam kegelapan”. Di Switzerland, mengakui penyebab-penyebab penyakit mental dan menolak adanya demonology. Di Prancis, lebih menggunakan pendekatan yang manusia terhadapa para pasien sakit mental,menganggap bahwa penyakit mental tidak berbeda dengan penyakit fisik.

Abad XVII – Abad XX

Pada abad ini peralihan dan pendekatan demonologis ke pendekatan ilmiah terhadap penyakit mental tidak terjadi dalam waktu yang singkat. Disini dipusatkan pada klasifikasi dan system, suatu hal yang mungkin sama dengan analisis system. Di jerman, sangat menentang kekangan-kekangan yang sangat kejam terhadap para pasien sakit mental dan menyarankan agar memberikan perawatan yang manusiawi terhadap orang-orang gila.

Psikiatri

Pada tahun 1800-an ada usaha untuk menolong para pasien sakit mental tetapi akhir abad itu dokter-dokter belum menemukan penyebab atau pencegahan, penyembuhan, atau perawatan yang efektif terhadap penyakit mental meskipun mereka telah mengklasifikasikan beribu-ribu macam kekalutan mental. Selama abad ke-19 perkembangan dalam kesehatan mental terjadi pada 4 bidang umum : perlakuan terhadap pasien sakit mental yang lebih manusiawi dan rasional oleh masyarakat, langkah-langkah untuk memperbaiki lembaga untuk penyakit mental, perhatian para penulis besar dan filsuf yang berpengaruh terhadap psikologi dan tingkah laku manusia, dan suatu system klasifikasi yang komprehensif bagi kekalutan mental.

PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN

Bagaimana kepribadian seseorang dapat berkembang?? Pertanyaan ini mungkin dapat dijelaskan pada aspek perkembangan kepribadian Sigmund Freud dan Erik. H. Erikson.

Freud berpendapat bahwa kepribadian telah cukup terbentuk pada akhir tahun kelima, dan bahwa perkembangan selanjutnya sebagian besar hanya merupakan elaborasi terhadap struktur dasar tersebut. Freud beranggapan bahwa kanak-kanak adalah ayahnya manusia “ The Child is the Father of Man” . Dalam menyelidiki masa anak-anak Freud tidak langsung menyelidiki anak-anak, melainkan kepada ingatan orang dewasa kepada masa kanak-kanaknya. Kepribadian berkembang sebagai respon terhadap empat sumber tegangan pokok, yakni : (1) proses-proses pertumbuhan fisiologis, (2) frustasi-frustasi, (3) konflik-konflik, dan (4) ancaman-ancaman. Akibat dari tegangan yang ditimbulkan oleh sumber-sumber ini, maka sang pribadi terpaksa mempelajari cara baru untuk mereduksi atau mengurangi ketegangan yang dihadapi tersebut. Proses belajar inilah yang dimaksudkan dengan perkembangan kepribadian. Namun ada 2 cara yang digunakan individu untuk belajar mengatasi sumber-sumber tegangan tersebut, yakni : Identifikasi dan Pemindahan. Identifikasi didefinisikan sebagai metode yang digunakan orang untuk mangambil alih cirri-ciri orang lain dan menjadikannya bagian yang tak terpisahkan dari kepribadiannya sendiri. Kita memilih sebagai model orang-orang yang tampak lebih berhasil dalam memuaskan berbagai kebutuhan daripada kita. Contohnya ketika anak mengidentifikasikan diri dengan orang tua nya karena orang tua nya tampak segala-galanya. Ketika anak bertambah besar, mereka akan menemukan orang-orang lain yang prestasi-prestasi nya lebih sejalan dengan hasrat baru mereka untuk diidentifikasi. Setiap masa cenderung mempunyai tokoh-tokoh identifikasinya sendiri yang khas. Sedangkan pemindahan yang dimaksudkan yaitu menemukan objek yang mampu sedikit mengurangi tegangan yang tak tersalurkan. Namun, suatu objek pengganti jarang dapat memberikan kepuasan atau mereduksikan tegangan seperti objek asli nya, dan semakin objek pengganti itu berbeda dari yang asli, maka semakin sedikit tagangan yang direduksikan.oleh sebab itu terkadang objek yang digunakan untuk mereduksi suka berubah-ubah hingga menemukan yang cocok.

Sedangkan perkembangan kepribadian menurut Erik H. Erikson yaitu perkembangan berlangsung melalui tahap-tahap. Empat tahap pertama terjadi pada masa bayi dan kanak-kanak, tahap kelima pada masa adolescence, dan ketiga tahap terakhir terjadi pada masa dewasa dan usia tua. Apa yang terjadi pada tahap-tahap ini sangat penting bagi kepribadian dewasa dan masing-masing tahap ikut serta dalam membentuk seluruh kepribadian. Tahap – tahap tersebut, yakni :

  • Kepercayaan Dasar Vs Kecurigaan Dasar

Kepercayaan dasar yang paling awal terbentuk selama tahap sensorik-oral dan ditunjukan oleh bayi. Berkat kepercayaan dan keakrabannya dengan orang yang menjalankan fungsi keibuan, maka bayi mampu menerima bahwa orang tersebut mungkin tidak ada untuk sementara waktu.  Melalui kontinuitas pengalaman dengan orang-orang dewasa bayi belajar menggantungkan diri dan percaya pada mereka, tetapi mungkin yang lebih penting ia belajar mempercayai dirinya sendiri. Kepastian semacam itu harus mengalahkan lawan negative dari kepercayaan dasar, yakni kecurigaan dasar.

  • Otonomi Vs Perasaan Malu dan Keragu-raguan

Pada tahap kedua ini anak mempelajari apakah yang diharapkan dari dirinya, apakah kewajiban dan hak nya disertai, apakah pembatasan-pembatasan yang dikenakan pada dirinya. Disini anak akan dituntut untuk bisa mengontrol diri sendiri dan dituntut untuk bisa menerima control dari orang lain dalam lingkungan. Orang dewasa akan membantu mengembangkan sifat otonomi dan akhirnya mandiri. Inilah tahap saat berkembangnya kebebasan pengungkapan diri dan sifat penuh kasih sayang. Rasa mampu mengendalikan diri akan menimbulkan dalam diri anak rasa memiliki kemauan baik dan bangga, sebaliknya rasa kehilangan control diri akan mengakibatkan perasaan malu dan keragu-raguan pada anak.

  • Inisiatif  Vs KesalahaN

Tahap inisiatif adalah suatu masa untuk memperluas penguasaan dan tanggung jawab. Selama pada tahap ini anak menampilkan diri lebih maju dan lebih seimbang secara fisik dan kejiwaaan. Namun bahaya dari tahap ini adalah perasaan bersalah yang dapa menghantui anak karenaterlampau bergairah memikirkan tujuan-tujuan. Anak mulai ingin sekali belajar, dan mampu belajar dengan baik pada tahap ini. Ia berjuang untuk tumbuh dalam arti melaksanakan kewajiban-kewajiban dan menunjukan prestasi.

  • Kerajinan Vs Inferioritas

Pada tahap ini anak harus belajar mengontrol imajinasi nya yang sangat kaya, dan mulai menempuh pendidikan formal. Ia mengembangkan sikap rajin dan mempelajari ganjaran dari ketekunan dan kerajinan. Bahaya dari tahap ini adalah anak bisa mengembangkan perasaan rendah diri apabila ia tidak berhasil menguasai tugas-tugas yang diberikan oleh guru atau orang tuanya.

  • Identitas Vs Kekacauan Identitas

Selama masa adolescence, individu mulai merasakan suatu perasaan tentang identitasnya sendiri, perasaan bahwa ia adalah manusia unik. Inilah masa dimana ketika orang ingin menentukan siapakah ia pada saat sekarang dan ingin menjadi apakah ia di masa yang akan datang. Ini adalah masa untuk membuat rencana-rencana karier. Namun selama tahap pembentukan identitas seorang remaja, mungkin merasakan penderitaan akibat kekacauan identitas (peranan). Keadaan ini dapat menyebabkan orang merasa terisolasi, hampa, cemas, dan bimbang.

  • Keintiman Vs Isolasi

Pada tahap ini, orang dewasa awal ingin menyatukan identitasnya dengan orang lain. Mereka mendambakan hubungan yang intim dan akrab. Dan mereka membutuhkan seseorang untuk dicintai dan diajak mengadakan hubungan-hubungan seksual, dan dengan siapa seseorang dapat berbagi rasa dalam suatu hubungan kepercayaan. Bahaya nya pada tahap ini adalah kecenderungan menghindari hubungan karena mereka tidak mau melibatkan diri mereka dalam keintiman.

  • Generativitas Vs Stagnasi

Cirri tahap generativitas adalah perhatian terhadap apa yang dihasilkan, seperti keturunan, produk-produk, ide-ide. Nilai pemeliharaan berkembang pada tahap ini, terungkap pada kepedulian seseorang pada orang lain, dalam keinginan memberikan perhatian pada mereka yang membutuhkannya serta berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan mereka. Ini tercapai lewat kegiatan membesarkan anak dan mengajar, member contoh dan mengawasi.

  • Integritas Vs Keputusasaan

Tahap terakhir ini disebut integritas. Integritas dilukiskan sebagai suatu keadaan yang dicapai seseorang setelah memelihara benda-benda, produk, dan ide-ide dan berhasil dalam menyesuaikan diri dengan keberhasilan dan kegagalan dalam hidup. Prestasi semacam itulah individu dapat menikmati keuntungan dari ketujuh tahap kehidupan. Dengan bangga mereka memelihara gaya hidupnya sendiri dan mempertahankannya dari berbagai potensi ancaman. Lawan dari integritas yakni keputusasaan dapat memperburuk perasaan bahwa kehidupan ini tak berarti, bahwa ajal sudah dekat, ketakutan dan bahkan keinginan untuk mati.

KEPRIBADIAN SEHAT

Apa itu kepribadian yang sehat?? Bagaimanakan tingkah laku dan pikiran kepribadian yang sehat?? Dapatkan anda menjadi pribadi yang sehat??

Pertanyaan tersebut terus menerus ditanyakan oleh berjuta-juta orang di dunia. Ada cukup banyak definisi tentang kepribadian sehat menurut beberapa tokoh terkenal di dunia seperti yang dikemukakan oleh Gordon Allpot, Carl Rogers, Erich Fromm, Abraham Maslow, Carl Jung, Viktor Frankl, dan Fritz Perls. Namun disini saya akan membahas model kepribadian sehat menurut Gordon Allport dan Carl Rogers.

Menurut Allport, kepribadian yang matang tidak dikontrol oleh trauma-trauma dan konflik-konflik masa kanak-kanak. Orang yang sehat adalah orang yang bebas dari paksaan-paksaaan masa lampau. Pandangan orang yang sehat adalah ke depan, kepada peristiwa-peristiwa yang akan datang dan tidak mundur kembali kepada peristiwa masa kanak-kanak. Allport percaya bahwa hanya melalui pengalaman-pengalaman dan risiko-risiko yang menimbulkan tegangan baru ini, manusia dapat bertumbuh. Mereka yang sehat memiliki kebutuhan akan variasi, sensasi, dan tantangan baru. Mereka akan mencari pengalaman-pengalaman baru agar bisa menjadi pengalaman dalam hidupnya. Namun peran seorang ibu juga tidak kalah penting. Kekurangan perhatian pada anak akan menyebabkan anak menjadi agrerif, suka menuntut,dan pertumbuhan psikologis nya berkurang. Namun jika sejak kecil ia menerima keamanan, kasih sayang yang cukup, pertumbuhan positif akan terjadi sepanjang tingkat munculnya diri dan anak akan membentuk suatu identitas dan gambaran diri. Maka kedepannya pasti akan membentuk suatu kepribadian dewasa yang sehat dan matang.

Berbeda dengan model Allport, menurut Rogers pengalaman-pengalaman masa lampau dapat mempengaruhi cara bagaimana kita memandang masa sekarang yang akan mempengaruhi tingkat psikologis kita. Jadi pengalaman-pengalaman masa kanak-kanak adalah penting. Menurut Rogers syarat utama timbulnya kepribadian yang sehat adalah penerimaan penghargaan positif tanpa syarat pada masa kecil. Ketika seorang ibu memberikan cinta dan kasih sayang nya tanpa memperhatikan bagaimana anak bertingkah laku. Cinta dan kasih sayang yang diberikan ibu secara bebas ini akan menjadikan sikap sang anak mengikuti norma lingkungan. Kepribadian yang sehat juga bukan merupakan suatu keadaan dari ada, melainkan suatu proses.dan juga suatu proses yang sukar dan kadang-kadang menyakitkan. Aktualisasi diri merupakan suatu ujian, rintangan dan pecutan terus menerus terhadap semua kemampuan seseorang. Kepribadian menurut Rogers juga yakni mereka yang benar-benar adalah diri mereka sendiri, bukan orang lain, bersembunyi di belakang topeng-topeng atau kedok-kedok yang berpura-pura menjadi sesuatu yang bukan diri mereka sendiri.

Jadi, apakah itu kepribadian sehat?? Mungkin tidak ada kepribadian yang sedemikian sehat, tidak ada petunjuk untuk kesehatan psikologis yang berlaku sama untuk setiap orang. Kita bukan salinan atau duplikat satu sama lain. Kepribadian manusia bermacam-macam, khas kepribadian kita masing-masing adalah unik.

DAFTAR PUSTAKA

Scultz, Duanne. 1991. Psikologi Pertumbuhan : Model-model Kepribadian Sehat. Yogyakarta : Kanisius

Suryabrata, Sumadi. 1983. Psikologi Kepribadian. Jakarta : Rajawali Pers

Hall, C.S., Lindzey, G. 1993. Teori-Teori Psikodinamik (Klinis). Yogyakarta : Kanisius, 1993

Siswanto. 2007. Kesehatan Mental : Konsep, Cakupan dan Perkembangannya. Yogyakarta : Andi Yogyakarta

Semium, Yustinus. 2006. Kesehatan Mental. Yogyakarta : Kanisius

 
14 Comments

Posted by on March 19, 2012 in Tulisan

 

Tags:

 
Design a site like this with WordPress.com
Get started