RSS

ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI)

11 Feb

ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI)

  1. SEJARAH ARTIFICIAL INTELLIGENT

Artificial Intelligence (AI) atau yang biasa disebut kecerdasan buatan ini diartikan secara luas sebagai cabang dari ilmu komputer yang berhubungan dengan pengembangan komputer (perangkat keras) dan program-program komputer (perangkat lunak) yang mampu meniru fungsi kognisi manusia. Seperti yang kita lihat bentuk tertua komputer, yaitu kalkulator, yang pada dasarnya adalah alat hitung. Bentuk awalnya adalah “abacus” yang digunakan China pada awal abad ke-6 sebelum masehi. Orang mesir menemukan mesin hitung menggunakan kelereng. Pascal membuat mesin yang hanya mampu menambah dan mengurangi, hingga pada akhirnya Gottfried Leibniz, mengenalkan mesin yang bisa mengalikan dan membagi. Sebuah mesin yang sangat membantu manusia dalam perhitungan matematika. Begitu juga dengan komputer, yang ditemukan ketika Charles Babbage yang sering disebut ilmuan komputer pertama di dunia menemukan mesin yang berbeda, yang memiliki operasi terprogram berisi cabang-cabang terkondisi, dan ketika komputer tabung vakum seperti Komputer Universal Otomatis (UNIVAC) serta Komputer dan Integrator Angka Elektronik (ENIAC) ditemukan untuk mempercepat perhitungan matematika yang panjang dan membantu pihak militer untuk menyusuri jejak. Mesin hitung ini yang awal mulanya memiliki berat 30 ton dan bertenaga 174 kilo watt, kini mesin tersebut memberi jalan pada sistem yang lebih kecil, lebih kuat dan lebih kompleks, yang akhirnya saat ini digantikan oleh komputer yang umumnya kita gunakan saat ini. AI saat ini telah berkembang begitu pesat, AI dalam beraneka bentuknya, yang dahulu komputer diciptakan manusia untuk membantu aktifitas manusia begitu besar dan beratnya, sekarang telah dihadirkan komputer yang begitu simpel yang akrab dengan manusia yang juga telah menyentuh dan membantu kehidupan sehari-hari kebanyakan manusia di dunia.

 

  1. AI DAN KOGNISI MANUSIA (Mesin Berpikir)

AI dan psikologi kognitif memiliki semacam hubungan simbiosis, masing-masing bagian mendapat keuntungan dari peningkatan bagian lainnya. Peningkatan pada cara-cara untuk meniru secara persis persepsi manusia, ingatan, bahasa, dan pikiran. Artificial intelligence adalah sesuatu buatan yang hampir mirip dengan otak manusia. Cerdas maksudnya adalah kepandaian atau ketajaman dalam berpikir, seperti halnya otak manusia dalam menyelesaikan suatu masalah. Kecerdasan buatan diterjemahkan sebagai sebuah sistem saraf, atau sensor atau otak yang diciptakan oleh sebuah mesin yang hampir mirip dengan otak manusia. Sebenarnya kecerdasan buatan merujuk kepada mesin yang mampu untuk berpikir seperti manusia, menimbang tindakan yang akan diambil, dan mampu mengambil keputusan seperti yang dilakukan oleh manusia. Beberapa program komputer bekerja lebih efektif daripada pikiran manusia, dan kebanyakan sangat pintar menirukan hal-hal nyata meski masih sedikit janggal. Komputer mampu memecahkan beberapa masalah, seperti sebuah soal matematika yang mendetail, lebih cepat dan lebih akurat daripada pikiran manusia. Namun, beberapa tugas lain seperti menggeneralisasi dan mempelajari pola aktifitas yang baru, dilakukan paling baik oleh manusia, dan komputer masih kalah baik.

 

  1. AI DAN SISTEM PAKAR (ELIZA, Parry, dan Net Talk)

ELIZA merupakan salah satu program komputer pertama yang mampu berkomunikasi, ditulis oleh Joseph Weizenbaum (1966). Pada salah satu program yang spesifik, bernama DOCTOR, ELIZA mengambil peran seperti seorang psikiater, yang dilakukan adalah seperti wawancara antara seorang psikiater dengan pasiennya. Respons dari komputer cenderung stereotipe, komputer akan menjawab dengan ciri-ciri dari jawaban dari pasiennya. Manusia memiliki pengetahuan perasaan, kecenderungan, dinamika kelompok untuk menangani beberapa kasus seperti yang dilakukan psikiater atau psikolog, sedangkan ELIZA kekurangan hal itu.

PARRY merupakan simulasi berbicara antara seorang psikiater dengan pasien paranoid. Mereka memilih seorang paranoia sebagai subjek karena beberapa teori menyebutkan bahwa proses dan sistem paranoia memamg ada, dan menggunakan penilaian dari seorang ahli untuk mengecek keakuratan dari kemampuan pemisahan antara respon simulasi komputer dan respon manusia. Program ini berhasil memprogram komputer yang mampu merespons serupa dengan respons seorang pasien paranoid, namun program ini masih jauh dari konsep pemahaman dalam penanganan kasus dan juga kurang lengkapnya produksi bahasa.

NETtalk merupakan jenis program yang cukup berbeda, program ini berdasarkan pada jaring-jaring neuron, sehingga dinamakan NETtalk. Program ini dikembangkan oleh Sejnowski di sekolah medis Harvard dan Rosenberg di Universitas Princeton. Dalam program ini, NETtalk membaca tulisan dan mengucapkannya keras-keras. Model simulasi jaring neuron terdiri atas berapa ratus unit dan ribuan koneksi. NETtalk membaca dengan memperhatikan setiap tulisan satu demi satu, dan dengan menscanning tiga tulisan pada setiap sisi demi sebuah informasi yang kontekstual. Setiap NETtalk membaca sebuah kata, program ini membandingkan pelafalannya dengan lafal yang benar yang disediakan manusia, kemudian menyesuaikan kekuatannya untuk memperbaiki setiap kesalahan.

 

  1. PENGGUNAAN AI SEBAGAI EXPERT SYSTEM YANG DAPAT DIGUNAKAN UNTUK MENDUKUNG SYSTEM PENGAMBILAN KEPUTUSAN (DIAGNOSA).

Expert system yaitu komputer sebagai sarana untuk menyimpan pengetahuan para pakar sehingga komputer memiliki keahlian menyelesaikan permasalahan dengan meniru keahlian yang dimiliki pakar. Konstribusi AI pada bidang psikologi sudah sangat berperan, dimana beberapa program dalam psikologi sudah dibantu dengan komputer. Seperti halnya perhitungan analisis data statistik yang menggunakan program SPSS, kita sudah tidak perlu lagi membuang tenaga untuk menghitung data secara manual, dengan bantuan komputer dengan menggunakan program SPSS dengan cara meng- klik saja hasil sudah bisa keluar dengan mudah, di lain hal seperti pada tes psikologi yang sudah banyak bisa di akses di media komputer dan internet, seperti halnya Aptitude Test, Tes Intelegensi, dsb yang kita hanya menjawab beberapa pertanyaan yang muncul dalam komputer dan hasil sudah bisa dilihat saat itu juga. Walaupun pada proses nya kecerdasan buatan ini memiliki kelebihan dan kekurangan nya sendiri dibanding dengan otak manusia. Dalam hal ini terlihat bahwa komputer menyimpan pengetahuan sehingga memiliki keahlian untuk menyelesaikan permasalahan dengan meniru keahlian yang dimiliki oleh orang yang expert di bidang nya.

 

Sumber :

Solso, R., Maclin, O., & Maclin, M.(2008). Psikologi Kognitif (8th ed.). Jakarta : Erlangga

http://www.psychologymania.com/2011/10/artificial-intelligence-kecerdasan.html

 

 
Leave a comment

Posted by on February 11, 2014 in Tugas

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: