RSS

Monthly Archives: November 2010

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

Setiap manusia pasti dibebani oleh rasa tanggung jawab, karena tanggung jawab itu bersifat kodrati,, artinya sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia.. Tidak ada manusia yang sempurna yang tidak pernah melakukan kesalahan,, dan yang harus kita perbuat pastinya harus bertanggung jawab dong atas kesalahan yang kita perbuat. Dan disini saya akan sedikit membahas tentang apa sii tanggung jawab itu.. marii marii disimak..

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB


PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB

Tanggung Jawab adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatu, sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.

Apabila dikaji, tanggung jawab itu adalah kewajiban atau beban yang harus dipikul atau dipenuhi, sebagai akibat perbuatan pihak yang berbuat, atau sebagai akibat dari perbuatan pihak lain, atau sebagai pengabdian, pengorbanan pada pihak lain. Kewajiban beban itu ditujukan untuk kebaikan pihak yang berbuat sendiri atau pihak lain.
JENIS – JENIS TANGGUNG JAWAB

Tanggung jawab itu dapat dibedakan menurut keadaan manusia atau hubungan yang dibuatnya, atas dasar ini, lalu dikenal beberapa jenis tanggung jawab, yaitu :

  • Tanggung Jawab Terhadap Allah SWT

Allah menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk menjadi khalifah di bumi yang tugasnya adalah hanya untuk beriman kepada Sang Pencipta. Manusia di turunkan ke bumi untuk melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Jika manusia itu melaksanakan hal yang dilarang, maka manusia juga harus mempertanggung jawabkanya di hadapan Sang Pencipta dan akan mendapatkan hukuman yang setimpal dengan apa yang dia perbuat di bumi selama dia hidup.

 

  • Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri

Tanggung jawab terhadap diri sendiri menentukan kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian manusia harus bisa memecahkan masalah-masalah kemanusiaan mengenai dirinya sendiri menurut sifat dasarnya manusia adalah makhluk bermoral, tetapi manusia juga pribadi. Karena merupakan seorang pribasi maka manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri, berangan-angan sendiri. Sebagai perwujudan dari pendapat, perasaan dan angan-angan itu manusia berbuat dan bertindak. Dalam hal ini manusia tidak luput dari kesalahan, kekeliruan, baik yang sengaja maupun yang tidak.

 

  • Tanggung Jawab Terhadap Keluarga

Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami, isteri, ayah, ibu, anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarga. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan dan kehidupan.

 

  • Tanggung jawab kepada Bangsa / negara

Suatu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada negara

http://adhika-rmd.blogspot.com

 

Seorang muslim tidak boleh melepas tangan (menghindar dari tanggung jawab) dengan beralasan bahwa kesalahan yang ia kerjakan adalah takdir yang ditentukan Allah kepadanya. Tanggung jawab tetap harus ditegakkan. Allah hanya menentukan tentang apa yang akan dikerjakan manusia berdasarkan keinginan mereka yang merdeka, tidak ada paksaan. Dari sinilah manusia dituntut untuk bertanggung jawab terhadap apa yang ia lakukan. Mulai dari hal yang sangat kecil sampai yang paling besar. “Barang siapa yang berbuat kebaikan, walau sebesar biji atom, dia akan melihatnya. Dan barang siapa yang berbuat kejelekan, walau sebesar biji atom, maka ia akan melihatnya pula” (al Zalzalah 7-8).

Jadi intinya,,,jangan lari dari tanggung jawab yaaa…:)

 

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on November 23, 2010 in Tugas

 

Tags:

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

Hmm klo membahas tentang manusia dan pandangan hidup so pasti semua manusia punya pandangan hidup ke depan kan??mau seperti apa nanti kita kedepannya atau mau bagaimana nanti kita di masa depan..Saya akan membahas apa sihh sebenernya pandangan hidup itu..So,,Disimak yaaaa….

 

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP


PENGERTIAN PANDANGAN HIDUP
Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati. Karena itu is menentukan masa depan seseorang. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa arti pandangan hidup. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasaikan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.

Dalam berpandangan hidup kita memerlukan suatu tujuan agar tercapai dengan baik, yaitu :

  • CITA – CITA

Cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Baik keinginan, harapan, maupun tujuan merupakan apa yang mau diperoleh seseorang pada masa mendatang. Tercapai atau tidaknya cita – cita tersebut tergantung dari 3 faktor, yaitu : dari faktor manusia itu sendiri, faktor kondisi, dan tingginya cita – cita yang diinginkan.

  • KEBAJIKAN ATAU KEBAIKAN

Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika.
Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, manusia makhluk bermoral. Atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik
Manusia adalah seorang pribadi yang utuh yang terdiri atas jiwa dan badan. Sebagai mahluk pribadi, manusia dapat menentukan sendiri apa yang baik dan apa yang buruk.

  • USAHA / PERJUANGAN

Usaha/perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Setiap manusia harus kerja keras untuk kelanjutan hidupnya. Tanpa usaha/perjuangan, manusia tidak dapat hidup sempurna. Untuk bekerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan. Karena kemampuan terbatas itulah timbul perbedaan tingkat kemakmuran antara manusia satu dan manusia lainnya. Kemampuan itu terbatas pada fisik dan keahlian/ketrampilan.

  • KEYAKINAN ATAU KEPERCAYAAN

Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuaasaan Tuhan. Dalam mencapai cita-cita sebagai pandangan hidup kedepan kita harus memiliki rasa yakin dan percaya pada Allah. Karena dengan keyakinan tersebut kita percaya bahwa kita pasti bisa dalam mencapai cita-cita.

 

Manusia pasti mempunyai pandangan hidup walau bagaimanapun bentuknya. Bagaimana kita memeperlakukan pandangan hidup itu tergantung pada orang yang bersangkutan. Ada yang memperlakukan pandangan hidup itu sebagai sarana mencapai tujuan dan ada pula yang memperlakukaan sebagai penimbul kesejahteraan, ketentraman dan sebagainya. pandangan hidup sebagai sarana mencapai tujuan dan cita-cita dengan baik.

http://irfanrahman.wordpress.com

 

 
Leave a comment

Posted by on November 23, 2010 in Tugas

 

Tags:

MANUSIA DAN KEADILAN

Lanjuutt lagiii..sekarang saya akan membahas tentang manusia dan keadilan..Pada dasarnya keadilan itu apa siihh??? Klo kita melihat dua orang anak yang satu mahasiswa dan yang satu lagi masih kelas 2 SD,,lalu diberi uang oleh ibunya sama” 5 ribu..apakah ini yang dinamakan adil???Tentunya keadilan itu adalah pembagian sama rata namun dilihat dari kebutuhannya bukan??? Nahh,,disini saya akan lebih lanjut untuk membahas masalah keadilan.. Disimak yuuukk…

MANUSIA DAN KEADILAN


Dalam hidup dan kehidupan, setiap manusia dalam melakukan aktifitasnya pasti pernah menemukan perlakuan yang tidak adil atau bahkan sebaliknya. Dimana pada setiap diri manusia pasti terdapat dorongan atau keinginan untuk berbuat kebaikan “jujur”. Tetapi terkadang untuk melakukan kejujuran sangatlah tidak mudah dan selalui dibenturkan oleh permasalahan – permasalahan dan kendala yang dihadapinya yang kesemuanya disebabkan oleh berbagai sebab, seperti keadaan atau situasi, permasalahan teknis hingga bahkan sikap moral.

PENGERTIAN KEADILAN

Keadilan adalah pengakuan atas perbuatan yang seimbang, pengakuan secara kata dan sikap antara hak dan kewajiban. Setiap dari kita “manusia” memiliki itu “hak dan kewajiban”, dimana hak yang dituntut haruslah seimbang dengan kewajiban yang telah dilakukan sehingga terjalin harmonisasi dalam perwujudan keadilan itu sendiri. Keadilan pada dasarnya merupakan sebuah kebutuhan mutlak bagi setiap manusia dibumi ini dan tidak akan mungkin dapat dipisahkan dari kehidupan. Menurut Aristoteles, keadilan akan dapat terwujud jika hal – hal yang sama diperlakukan secara sama dan sebaliknya, hal – hal yang tidak semestinya diperlakukan tidak semestinya pula. Dimana keadilan memiliki cirri antara lain : tidak memihak, seimbang dan melihat segalanya sesuai dengan proporsinya baik secara hak dan kewajiban dan sebanding dengan moralitas. Arti moralitas disini adalah sama antara perbuatan yang dilakukan dan ganjaran yang diterimanya. Dengan kata lain keadilan itu sendiri dapat bersifat hukum.

http://filsafat.kompasiana.com/2010/04/28/manusia-dan-keadilan/

 

KEADILAN SOSIAL

Berbicara tentang keadilan kita akan ingat dasar Negara kita yaitu Pancasila, sila kelima yang berbunyi “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” hal ini mengandung pengertian tidak ada kemiskinan dalam Indonesia merdeka. Kemakmuran yang merata bagi seluruh rakyat dalam arti dinamis dan meningkat. Dan seluruh kekayaan alam dan sebagainya dipergunakan bagi kebahagiaan bersama menurut potensi masing-masing. Serta melindungi yang lemah agar kelompok warga masyarakat dapat bekerja sesuai dengan bidangnya.

Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia juga berarti :

• Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.

• Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.

• Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.

• Menghormati hak orang lain.

• Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.

• Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.

• Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.

• Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.

• Suka bekerja keras.

• Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.

• Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

 
Leave a comment

Posted by on November 21, 2010 in Tugas

 

Tags:

MANUSIA DAN PENDERITAAN

Hmm..klo membahas soal manusia dan penderitaan,, Al Qur’an maupun kitab suci agama lain banyak menguraikan penderitaan manusia sebagai peringatan bagi manusia. Dalam riwayat Nabi Muhammad Saw. pun,,diceritakan bahwa beliau dilahirkan sebagai anak yatim dan kemudian yatim piatu,,yang dibesarkan kakeknya kamudian pamannya.. Beliau menggembala kambing,,bekerja pada orang dan sebagainya..Bahkan sebagian besar hidupnya mengalami penderitaan yang luar biasa..Disini saya akan membahas secara ringkas tentang penderitaan itu sendiri..Disimak yaa,,,,

MANUSIA DAN PENDERITAAN


PENGERTIAN PENDERITAAN

Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa Sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat berbentuk lahir atau batin, keduanya termasuk penderitaan ialah keluh kesah, kesengsaraan, kelaparan, kekenyangan, kepanasan, dan lain-lain.

Penderitaan akan dialami oleh semua orang hal itu sudah merupakan resiko hidup,berbagai kasus penderitaan terdapat dalam kehidupan banyak macam kasus dalam lika-liku kehidupan manusia,seperti penderitan fisik ataupun nonfisik,penderitan timbul karena perbuatan kita sendiri atau sesama manusia penderitaan ini kadang di sebut nasib buruk.Nasib buruk ini dapat di perbaiki manusia supaya menjadi baik dengan kata lain manusialah yang dapat memperbaiki nasibnya. Perbedaan nasib buruk dan takdir tuhan yang menentukan sedangkan nasib buruk itu manusia penyebabnya,karena perbuatan buruk sesama manusia maka manusia lain menjadi menderita.Selain itu juga perbuatan buruk manusia terhadap linkunganya juga menyebabkan penderitaan manusia, tetapi manusia tidak menyadari hal ini mungkin karena kesadaraan itu baru timbul setelah musibah yang membuat manusia menderita terjadi. Seperti musibah banjir, tanah logsor dan pembakaran hutan atau penebangan liar di hutan. Adapun selain itu manusia mengalami penderitaan karena penyakit, siksaan/azab tuhan. Namun kesabaran, tawakal dan optimisme dapat merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan semacam ini yang di alami oleh manusia
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh yang bermacam-macam dan sikap dalam dirinya.Sikap yang timbul dapat berupa sikap positf atau negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak berbahagia, sikap kecewa, tidak bahagia, putus asa ingin bunuh diri.Sebaliknya sikap positif menimbulkan mengatasi penderitaan hidup bahwa hidup bukan rangkaian penderitan melainkan perjuangan utuk membebaskan diri dari penderitaan dan penderitaan itu hanyalah bagian dari kehidupan
Intinya dalam kehidupan pasti ada penderitaan yang di alami oleh karena itu tergantung kita untuk mensikapi agar penderitaan terlihat lebih indah.

http://arisudaryatno.blogspot.com

SIKSAAN

Apabila berbicara tentang siksaan, terbayang di benak kita sesuatu yang sangat mengerikan, bahkan mendirikan bulu kuduk kita. Di dalam benak kita, terbayang seseorang yang tinggi besar, kokoh kuat dan dengan muka yang seram sedang memegang cemeti yang siap mencambukkan tubuh orang yang akan disiksa; atau ia memegang tang dan siap mencopot kuku-kuku orang yang disiksa. Semua itu dengan maksud agar orang yang disiksa itu memenuhi permintaan penyiksa atau sebagai perbuatan balas dendam.

Siksaan manusia juga menimbulkan trauma, phobia, mental atau jiwa seseorang. Siksaan yang sifatnya psikis, misalnya :
1.kebimbangan
2.kesepian
3.ketakutan
Dari siksaan ini kita dapat mengambil hikmahnya. Karena kita dapat menilai arti manusia, harga diri, kejujuran, kesabaran, dan ketakwaan, tetapi juga hati yang telah dikuasai nafsu setan, kesadisan, tidak mengenal perikemanusiaan, dan sebagainya.

Kita dapat menilai diri kita sendiri, di mana kita berdiri, di mana kita berpihak, dan sejauh mana ketakwaan kita.

http://fadliyanur.multiply.com/journal/item/25

 
Leave a comment

Posted by on November 18, 2010 in Tugas

 

Tags:

MANUSIA DAN KEINDAHAN

MANUSIA DAN KEINDAHAN

Dalam pembahasan ini saya akan membahas tentang hubungan manusia dengan keindahan. Keindahan berasal dari kata indah, yang berarti  bagus, permai, cantik, elok, molek, dsb. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, pemandangari alam, manusia, rumah, suara, warna, dll. Keindahan adalah identik dengan kebenaran.

Pengertian keindahan dikelompokkan menjadi beberapa persepsi, yaitu :

  1. Keindahan adalah sesuatu yang rnendatangkan rasa menyenangkan bagi orang lain. (Tolstoy)
  2. Keindahan adalah keseluruhan yang merupakan susunan yang teratur dari bagian-bagian yang saling berhubungan satu sarna lain, atau dengan keseluruhan itu sendiri. (Baumgarten)
  3. Keindahan harus dapat memupuk perasaan moral. (Sulzer)
  4. Keindahan dapat terlepas sarna sekali dari kebaikan. (Winehelmann)
  5. Keindahan adalah yang rnemiliki proporsi yang harmonis. (Shaftesbury)
  6. Keindahan adalah sesuatu yang dapat mendatangkan rasa senang. (Hume)
  7. Keindahan adalah yang paling banyak mendatangkan rasa senang. (Hemsterhuis)

Keindahan itu pada dasamya adalah alamiah. Alam itu adalah ciptaan Tuhan. Ini berarti bahwa keindahan itu ciptaan Tuhan. Alamiah itu artinya wajar, tidak herlebihan tidak pula kurang. Kalau pelukis wanita lebih cantik dari keadaan yang sebenarnya, justru tidak indah. Karena akan ada ucapan “lebih cantik dari warna aslinya”. Bila ada pemain drama yang berlebihlebihan, misalnya marah dengan meluap-Iuap padahal kesalahan kecil, atau karena kehilangan sesuatu yang tak berharga kemudian menangis meraung-raung, itu berarti tidak alamiah.

Maka keindahan berasal dari kata indah berarti bagus, permai, cantik, molek dan sebagainya. Benda yang mengandung keindahan ialah segala hasil seni dan alam semesta ciptaan Tuhan. Sangat luas kawasan keindahan bagi manusia. Karena itu kapan, di mana, dan siapa saja dapat menikmati keindahan.

HUBUNGAN MANUSIA DENGAN KEINDAHAN


Manusia memiliki lima komponen yang secara otomatis dimiliki ketika manusia tesebut dilahirkan. Ke-lima komponen tersebut adalah nafsu, akal, hati, ruh, dan sirri (rahasia ilahi). Dengan modal yang telah diberikan kepada manusia itulah (nafsu, akal dan hati) akhirnya manusia tidak dapat dipisahkan dengan sesuatu yang disebut dengan keindahan. Dengan akal, manusia memiliki keinginan-keinginan yang menyenangkan dalam ruang renungnya, dengan akal pikiran manusia melakukan kontemplasi komprehensif guna mencari nilai-nilai, makna, manfaat, dan tujuan. Dari suatu penciptaan yang endingnya pada kepuasan, dimana kepuasan ini juga merupakan salah satu indikator dari keindahan.

Selain itu manusia memang secara hakikat membutuhkan keindahan guna kesempurnaan pribadinya. Tanpa estetika manusia tidak akan sempurna, Karena salah satu unsur dari kehidupan adalah estetika. Sedang manusia adalah mahluk hidup, jadi dia sangat memerlukan estetika ini. Ditambah lagi dengan anugrah yang diberikan-Nya kepada kita (manusia) yakni berupa hati, dimana dengan hati ini manusia dapat merasakan adanya keindahan, oleh karena itu manusia memiliki sensibilitas estetis.

http://www.akudisinidwi.wordpress.com

 

 

 
Leave a comment

Posted by on November 18, 2010 in Tugas

 

Tags: