RSS

MANUSIA DAN KEINDAHAN

18 Nov

MANUSIA DAN KEINDAHAN

Dalam pembahasan ini saya akan membahas tentang hubungan manusia dengan keindahan. Keindahan berasal dari kata indah, yang berarti  bagus, permai, cantik, elok, molek, dsb. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, pemandangari alam, manusia, rumah, suara, warna, dll. Keindahan adalah identik dengan kebenaran.

Pengertian keindahan dikelompokkan menjadi beberapa persepsi, yaitu :

  1. Keindahan adalah sesuatu yang rnendatangkan rasa menyenangkan bagi orang lain. (Tolstoy)
  2. Keindahan adalah keseluruhan yang merupakan susunan yang teratur dari bagian-bagian yang saling berhubungan satu sarna lain, atau dengan keseluruhan itu sendiri. (Baumgarten)
  3. Keindahan harus dapat memupuk perasaan moral. (Sulzer)
  4. Keindahan dapat terlepas sarna sekali dari kebaikan. (Winehelmann)
  5. Keindahan adalah yang rnemiliki proporsi yang harmonis. (Shaftesbury)
  6. Keindahan adalah sesuatu yang dapat mendatangkan rasa senang. (Hume)
  7. Keindahan adalah yang paling banyak mendatangkan rasa senang. (Hemsterhuis)

Keindahan itu pada dasamya adalah alamiah. Alam itu adalah ciptaan Tuhan. Ini berarti bahwa keindahan itu ciptaan Tuhan. Alamiah itu artinya wajar, tidak herlebihan tidak pula kurang. Kalau pelukis wanita lebih cantik dari keadaan yang sebenarnya, justru tidak indah. Karena akan ada ucapan “lebih cantik dari warna aslinya”. Bila ada pemain drama yang berlebihlebihan, misalnya marah dengan meluap-Iuap padahal kesalahan kecil, atau karena kehilangan sesuatu yang tak berharga kemudian menangis meraung-raung, itu berarti tidak alamiah.

Maka keindahan berasal dari kata indah berarti bagus, permai, cantik, molek dan sebagainya. Benda yang mengandung keindahan ialah segala hasil seni dan alam semesta ciptaan Tuhan. Sangat luas kawasan keindahan bagi manusia. Karena itu kapan, di mana, dan siapa saja dapat menikmati keindahan.

HUBUNGAN MANUSIA DENGAN KEINDAHAN


Manusia memiliki lima komponen yang secara otomatis dimiliki ketika manusia tesebut dilahirkan. Ke-lima komponen tersebut adalah nafsu, akal, hati, ruh, dan sirri (rahasia ilahi). Dengan modal yang telah diberikan kepada manusia itulah (nafsu, akal dan hati) akhirnya manusia tidak dapat dipisahkan dengan sesuatu yang disebut dengan keindahan. Dengan akal, manusia memiliki keinginan-keinginan yang menyenangkan dalam ruang renungnya, dengan akal pikiran manusia melakukan kontemplasi komprehensif guna mencari nilai-nilai, makna, manfaat, dan tujuan. Dari suatu penciptaan yang endingnya pada kepuasan, dimana kepuasan ini juga merupakan salah satu indikator dari keindahan.

Selain itu manusia memang secara hakikat membutuhkan keindahan guna kesempurnaan pribadinya. Tanpa estetika manusia tidak akan sempurna, Karena salah satu unsur dari kehidupan adalah estetika. Sedang manusia adalah mahluk hidup, jadi dia sangat memerlukan estetika ini. Ditambah lagi dengan anugrah yang diberikan-Nya kepada kita (manusia) yakni berupa hati, dimana dengan hati ini manusia dapat merasakan adanya keindahan, oleh karena itu manusia memiliki sensibilitas estetis.

http://www.akudisinidwi.wordpress.com

 

 

 
Leave a comment

Posted by on November 18, 2010 in Tugas

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: